
Aminus.id, Tokoh — Di pagi yang masih remang, Muhammad Amin mengayuh sepedanya, menyusuri gang-gang kecil di Palopo. Di tangannya, setumpuk koran siap dibagikan ke pelanggan. Kala itu, ia hanya seorang pengantar koran. Tak ada yang menyangka, bertahun-tahun kemudian, namanya akan menjadi bagian penting dalam dunia jurnalisme Bulukumba.
Amin bukan sekadar wartawan. Ia adalah saksi hidup dari denyut nadi kota, dari berita-berita kecil yang sering terlewat hingga peristiwa besar yang mengguncang. Karir jurnalistiknya dimulai dari bawah, dari menulis berita-berita lokal hingga dipercaya mengelola beberapa media di Bulukumba. Radar Selatan, Berita Kota—ia pernah menjadi bagian dari kedua media itu sebelum akhirnya mendirikan **Laskarinfo.com** pada 2022.

Sebagai ayah dari empat anak, tanggung jawabnya lebih dari sekadar mencari berita. Ia berjuang demi keluarganya, sering kali pulang larut setelah mengejar informasi. Tapi semangatnya tak pernah pudar. “Jurnalisme itu bukan sekadar profesi, tapi pengabdian,” katanya suatu kali kepada rekannya.
Also Read
Laskarinfo.com menjadi proyek terakhirnya. Media yang ia bangun dengan idealisme, tempat ia menuangkan seluruh pengalamannya sebagai wartawan. Namun, takdir berkata lain. Juli 2023, Muhammad Amin berpulang. Kepergiannya meninggalkan duka bagi rekan-rekannya dan dunia jurnalistik Bulukumba.
Hari ini, namanya tetap hidup dalam ingatan. Bukan hanya sebagai wartawan, tetapi sebagai inspirasi—tentang bagaimana seseorang bisa memulai dari nol dan mengukir jejaknya sendiri. Muhammad Amin adalah bukti bahwa jurnalisme sejati lahir dari kegigihan dan keberanian. (Alk)














