
Aminus.id, Bulukumba – Langit belum benar-benar terang saat HR (38) mendapati kandang kudanya kosong. Tiga ekor kuda miliknya raib, hanya jejak kaki dan bau tanah basah yang tersisa di halaman rumahnya di Kecamatan Kindang, Kabupaten Bulukumba. Senin dini hari, 5 Mei 2025, menjadi awal dari pengungkapan cepat kasus pencurian ternak yang selama ini menghantui warga.
HR segera melapor ke Polsek Kindang. Laporan itu disambut serius. Tak butuh waktu lama, tim gabungan dari Resmob Polres Bulukumba dan Polsek Kindang langsung bergerak. Di bawah komando Kasat Reskrim Iptu Muhammad Ali, Kapolsek Kindang AKP Arifuddin, serta Dantim Resmob Aiptu Muhammad Usman, pengejaran dimulai.
Hasil penyelidikan mengarah pada satu nama: SL (50), residivis yang baru tiga bulan menghirup udara bebas. Sudah sebulan terakhir ia berada dalam radar Tim Resmob, hasil dari profiling yang dilakukan pascaderetan kasus curnak di wilayah Gantarang dan Kindang. SL bukan orang baru dalam urusan ini, dan pagi itu, semua dugaan mulai terbukti.
Also Read

Tim melacak keberadaan SL hingga ke Kabupaten Bantaeng. Di sana, ia diamankan bersama tiga ekor kuda milik HR. Dari mulut SL, informasi mengalir. Empat nama lain disebut: SM (50), HN (33), EN (29), dan SA (50). Semuanya ditangkap pada hari yang sama, Senin malam, sekitar pukul 19.00 Wita.
“Kelima pelaku ini adalah residivis. Mereka sudah menjadi target kami, karena kuat dugaan seluruh kasus pencurian ternak di wilayah Kindang dan sekitarnya selama ini adalah ulah komplotan ini,” ujar Kasi Humas Polres Bulukumba, AKP H. Marala, Selasa pagi, 6 Mei 2025.
Menurut Marala, masyarakat sudah sangat resah dengan maraknya kasus pencurian ternak belakangan ini. “Dan ini bukan sekadar kasus pencurian biasa. Ini komplotan yang sudah terorganisir, dengan rekam jejak kriminal yang panjang,” tegasnya.
Kini, kelima tersangka diamankan di Polres Bulukumba bersama barang bukti tiga ekor kuda. Polisi masih mendalami motif, jaringan, dan peran masing-masing dalam kelompok tersebut. Tapi satu hal jelas: dalam waktu kurang dari 24 jam, ketakutan warga ditukar dengan rasa lega, dan itu berkat kerja cepat polisi yang tak mengenal jeda.














