
Aminus.id, Bulukumba – Pagi itu, suasana Pasar Sentral Bulukumba lebih ramai dari biasanya. Di antara para pedagang yang sibuk menata dagangan, sekelompok pejabat mengenakan pakaian dinas tampak berjalan pelan, berhenti di beberapa kios, berbincang dengan pedagang. Mereka adalah anggota DPRD Kabupaten Bulukumba, yang datang meninjau kondisi pasar.
Dipimpin Ketua Komisi 2 DPRD Bulukumba, H. Muhdar Reha (PKB), kunjungan ini didampingi oleh Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Bulukumba. “Kami ingin melihat langsung bagaimana perkembangan pembangunan pasar ini dan mendengar langsung keluhan dari para pedagang,” kata Muhdar.

Salah satu isu yang mencuat adalah sistem retribusi pasar. Amrullah, seorang pedagang ikan, mengeluhkan adanya pungutan retribusi dua kali sehari. “Seharusnya cukup sekali, 10 ribu dari pagi sampai malam. Ini memberatkan kami,” ujarnya. Beberapa pedagang lain mengangguk setuju.
Also Read
Menanggapi hal tersebut, Muhdar berjanji akan membahas masalah ini dengan dinas terkait. “Retribusi dan sistem bongkar muat akan kami kaji agar tidak merugikan pedagang,” ujarnya.
Selain itu, Drs. H. Syarifuddin dari Fraksi NasDem menyoroti sistem pengelolaan pasar. “Agar pasar tetap ramai, pedagang perlu dijadwalkan dengan baik dan tidak ada yang berjualan di luar,” sarannya.
Di tengah terik matahari yang mulai meninggi, perbincangan terus berlangsung. Para pedagang berharap kunjungan ini tidak sekadar seremonial, melainkan benar-benar membawa perubahan bagi mereka.














